Cahaya bulan yang terang menyinari gedung gedung tua berbata merah, cahaya bulan itu sedikit tertutup oleh awan, tapi cahaya itu cukup terang untuk menjadi panduan di malam yang dingin dan gelap.
terlihat seekor kucing sedang mengais-ngais di tempat sampah berharap mendapatkan makan malam, tapi seketika kucing itupun melompat dari tempatnya dan berlari menjauh. kucing itu dikejutkan oleh seorang pria yang sedang berlari dari jalanan lalu masuk ke dalam gang kecil tersebut dan masuk lebih jauh kedalamnya. pria itu membawa sebuah tas berwarna merah dengan pernak pernik seperti emas dipinggirnya, ia berlari dan beberapa kali melihat kebelakang, walaupun ia tak melihat apapun ia tetap berlari sekencang kencangnya. setelah beberapa saat pria itupun berhenti, terlihat ia berusaha mengambil napasnya lalu ia pun melihat kedalam tas yang ia pegang, tiba-tiba pria itu berhenti melihat tas yang ia pegang dan melihat sekelilingnya, ia merasa seperti sedang diawasi, tapi walau bagaimanapun ia berusaha mencari dia tetep tidak melihat sesuatu apapun yang sedang mengawasinya, lalu pria itupun kembali melihat isi tas tersebut. pria itu tidak sadar jika sebenarnya ia memang sedang diawasi, ia tidak menyadari jika ia sedang diawasi oleh seseorang dari atas gedung tua yang ia jadikan tempat bersandar untuk istirahat. ia diawasi oleh seorang gadis yang berdiri di atas gedung tersebut. rambut panjangnya yang terikat tertiup oleh angin malam dan wajahnya bersinar terkena sinar bulan yang meneranginya.
"aku harus menyelesaikan ini secepatnya, besok adalah hari penting " bisik gadis itu seraya melihat ke arah pria yang ia awasi
lalu gadis itu pun melompat ke gedung sebelah ia berdiri tadi ketika pria yang ia awasi menghadap keatas karna mendengar sedikit bisikan dari gadis itu, tapi kemudian pria itu kembali melihat isi tas tersebut.
"Huahahaha.. isi tas ini lebih berharga dari semua yang kudapat seminggu ini, bos memang benar, disana adalah tempat yang tepat untuk beraksi" pria itupun menutup tas itu sambil tersenyum dengan lebar
"Huahahaha.. isi tas ini lebih berharga dari semua yang kudapat seminggu ini, bos memang benar, disana adalah tempat yang tepat untuk beraksi" pria itupun menutup tas itu sambil tersenyum dengan lebar
tapi setelah beberapa saat senyum itupun hilang ketika ia melihat seseorang gadis didepannya, gadis yang mengawasi pria itupun berdiri tidak jauh dari pria itu dan mengambil sesuatu dari paha sebelah kanannya, ia mengambil sebuah senjata api, senjata api itu berwarna silver dan senjata itu memantulkan cahaya bulan membuatnya terlihat berkilau di gelapnya gang tersebut. gadis itu pun mengarahkan senjatanya ke arah pria itu lalu ia berkata "kau melakukan pelanggaran dan terbukti bersalah, aku telah datang atas nama hukum"
Suara pistol yang pecah menggema di seluruh gang itu dan pria yang gadis tembak itupun hanya tergeletak di tanah dengan tas merah itu disampingnya.


9:06 PM
Yudha R.
Posted in:
0 comments:
Post a Comment